Camping & Penanaman Mangrove

Posted by Categories: Berita
Camping & Penanaman Mangrove

Hari demi hari pembibitan pohon mangrove sahabat menanam yang terletak di tepi muara sungai pantai pangi Desa Tumpakkepuh, Kec. Bakung, Kab. Blitar – Jatim, jumlah pohonya semakin berkurang kerena terbawa hanyut pasang surut air sungai dan banjir pada musim penghujan kemarin hal ini terjadi sebab minimnya pengawasan dan perawatan dari masyarakat sekitar.

Mengetahui hal ini sahabat menanam mengagendakan kegiatan camping ceria dan penanaman pohon mangrove yang bibit pohonya diambilkan dari pembibitan tersebut, kegiatan ini telah dilaksanakan kemarin hari kamis – jumat tanggal 5-6 oktober 2017, lokasi penanamannya pun tidak jauh dari tempat pembibitan masih berada di areal sungai tempat pembibitan karena di tempat ini masih banyak titik yang gersang dan rawan terjadinya abrasi. Mengingat kegiatan ini adalah kegiatan internal sahabat menanam yang cukup mendadak dan minim publikasi serta pemberitahuan kepada para “sahabat menanam” maka pada hari pelaksanaan yang bisa ikut berpartisipasi hanya 6 orang meskipun hanya sedikit yang berpartisipasi tidak menciutkan sama sekali semangat kami hehehe 😀

Metode pananaman yang kami lakukan adalah mencari tempat yang terjadi pasang surut air sungai membutkan lubang dengan diameter 20 cm dan kedalaman 30 cm lalu membuatkan penanda dan pelindung (acir) dari bambu yang dibelah-belah dengan panjang 170 cm cukup panjang supaya bisa ditancapkan agak dalam agar waktu terkena banjir dan pasang surut air sungai tidak mudah roboh.

Karena tempat penanaman berada disungai yang airnya lumayan bersih hal yang tidak mungkin kami lupakan adalah seru-seruan bermain air 😀 Setelah asik bermain air waktunya makan ikan hasil tangkapan nelayan untuk mengisi perut yang sudah terasa keroncongan habis makan kami menyiapkan perlatan memancing dan jebakan buat kepiting untuk persiapan kegiatan di malam hari.

Malam telah tiba saatnya berburu sudah di mulai dari 6 orang kita bagi menjadi 3 kelompok, 2 orang mencari kayu bakar untuk api unggun, 2 orang memasang jebakan kepiting, dan 2 orang lagi memancing,setelah selesai melaksanakan tugas masing – masing kami asik bercengkrama dengan masyarakat detemani hangatnya kopi dan api unggun.

Tak terasa waktu sudah semakin larut, sebagian sudah ada yang tidur, ada juga yang asik bercengkrama dengan masyarakat membahas tentang kelestarian lingkungan dan ada yang masih asyik dengan kail dipinggir sungai meski beberapa kali tersangkut di ranting pohon.

Mentari pagi sudah mulai bersinar, kini saatnya untuk melihat hasil jebakan kepiting yang sudah kita pasang semalam. Ternyata hasilnya cukup memuaskan, dari 10 jebakan yang dipasang, 8 diantaranya berisi kepiting yang cukup besar, kegiatan ini kami akhiri dengan makan kepiting bersama.

masak kepiting

kepiting hasil tangkapan

Leave a Reply

Loading…