Hari bumi tahun 2018

Posted by Categories: Berita
Hari bumi tahun 2018

Sabtu malam yang begitu cerah di rumah caping, emm memang malam yang begitu cantik hehe karena para sahabat menanam akan memperingati hari bumi tahun 2018, semua sahabat yang mau ikut berkegiatan repot sendiri – sendiri menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa sekitar pukul 20.00 WIB kita 8 orang berangkat bersama – sama menuju tempat kegiatan di Dsn. Purworejo Ds. Resapombo – Doko tepatnya disekitaran taman gumuk sapu angin mendekati tempat kegiatan udara pegunungan yang dingin mulai menggigiti lapisan kulit ini akhirnya setelah satu setengah jam perjalanan kita sampai dilokasi kegiatan, rencana awal kita akan camping di taman gumuk sapu angin dikarenakan cuaca yang kurang mendukung serta masyarakat yang ingin ngopi pintar tentang lingkungan serta usaha pertanian dan peternakan dengan kami akhirnya kita bermalam disalah satu rumah warga yang dijadikan pos buat kegiatan hari bumi tahun 2018 ini. Udara dingin khas pegunungan menjadi alaram untuk jiwa – jiwa yang lagi enak tidur hehe, tak terasa peserta kegiatan mulai berdatangan ternyata memang waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB. Semua peserta yang sudah datang berkumpul di lapangan SD Resapombo 2 para warga yang semalam ngopi pintar dengan kita pun juga sudah siap membawakan peralatan penanaman dan bibit pohon sejumlah 700 batang diantaranya adalah bibit pohon hura, glodok tiang, cemara gunung, tanjug, pucuk merah yang akan ditanam bersama – sama.

Setelah semua peralatan dan peserta sudah siap kegiatan dimulai dengan ditandai apel atau breafing tengtang lokasi penananaman, teknik penanaman serta sosialisasi Gerakan Blitar Menanam agar cita – cita Blitar berseri pada tahun 2030 akan lebih mudah untuk segera terwujud. Penanaman dimulai dari SD Resampombo 2 sampai finis di taman gumuk sapu angin yang jaraknya sekitar 2 km, tepi jalan yang posisi kemiringanya sangat terjal menjadi sasaran penanaman kali ini untuk menghindari terjadinya bencana tanah longsor ketika hujan turun, setiap bibit yang akan ditanam polibek atau bugkus dari tanaman dilepas dari bibit tanaman tersebut agar pertumbuhan akar bisa sempurna mencengkram tanah, karena semangat dan budaya gotong royong dari warga dusun Purworejo yang masih sangat top markotop maka sebagai penanda dan penguat tanaman dibuatkan bronjong sejenis pagar melingkari tanaman terbuat dari anyaman bambu, kalau kami sih biasanya untuk penanda dan penguat atau pelingdung tanaman yang baru ditanam cukup menggunakan ajir sejenis patok satu biji yang ditancapkan di samping bibit pohon terbuat dari potongan – potongan bilah bambu atau ranting – ranting pohon, ternyata kami sahabat menanam masih kalah semangat gotong royongnya hehe.

Hari bumi tahun 2018

Proses penanaman dari para peserta

Semua peserta nampak sangat senang menikmati suasana pugunungan yang dingin aduahai serta warga yang begitu ramah menambah kehangatan ditengah suhu dingin yang dirasakan sampai ada beberapa peserta walaupun jalannya menanjak tetap jalan kaki ehemm semoga semangat mereka terus menyala – nyala menjadi contoh untuk teman – temanya setelah selesai menyisir rute penanaman tibalah di taman gumuk sapu angin tadinya yang wajahnya mulai kecapean mulai berseri kembali terkana kibasan dan sapuan angin taman gumuk sapu angin dan yang pasti tidak ketinggalan adalah foto – foto hehe yap bolehlah di zaman NOW ini memang momen yang seperti ini tak boleh terlewatkan, asal niatnya tidak boleh pamer ya sobat.

Peserta yang berpartisipasi dalam kagiatan ini lumayan banyak juga jika dilihat dari kegiatan – kegiatan sahabat menanam sebelumnya asik semoga ini pertanda bahwa masyarakat atau perkumpulan – perkumpulan mulai banyak yang peduli terhadap lingkungan dan setiap aktifitas yang dilakukanya banyak yang berpihak kepada lingkungan, sebanyak 92 orang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini mulai dari anak – anak sampai orang tua, perorangan maupun komunitas – komunitas. Brigade Penolong 1305 kwarting cabang gerakan pramuka kab. Blitar, saka bayangkhara polsek Wlingi dan Doko datang terlebih dulu ketempat penanaman karena lokasinya yang lumayan dekat kemudian disusul PKC (Patria Kalong ClUB), MCW (Motor C70,C50,C90 Wlingi), Karang taruna kel. satreyan – kanigoro, Pokmaswas satria bengawan, JJT Blitar, D’Traveller Blitar tiba juga perwakilan dari SMPN 2 Wlingi, SMPN 1 Doko, SMKN 1 Doko, SMKN 2 Blitar oh iya ada juga dari Sahabat alam dan HWBR (Honda Win Blitar Raya) ternyata bermalam di taman gumuk sapu angin maafkan kami ya saudaraku kami #SahabatMenanam tidak menemani bermalam di taman gumuk sapu angin hehe, serta tidak ketinggalan teman – teman dari Jelajah Blitar dan Sahabat Ransel yang selalu mendokumentasikan kegiatan Sahabat Menanam lalu mempublikasikannya, yang pasti juga dari perkumpulan GSA (Gumuk Sapu Angin) juga masrakat dusun purworejo yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan penanaman kali ini. Dari total bibit yang disediakan hanya 200 bibit pohon yang tertanam ya sesuai dengan moto kita sedikit tapi kita rawat sampai besar, kegiatan penanaman dalam rangka memperingati hari bumi tahun 2018 yang dilaksanakan minggu 22 April 2018 ini berakhir pukul 13.00 WIB yang ditutup dengan foto bersama. Tibalah waktu untuk berpisah semoga apa yang dilakukan teman – teman peserta kegiatan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar serta Semangatnya semoga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas sehingga akan banyak orang yang peduli terhadap lingkungan.

Hari bumi tahun 2018

Foto bersama para peserta

Leave a Reply

Loading…